Rabu, 11 November 2020

Review trakteer.id : Payment terminal untuk traktir konten kreator



Trakteer.id merupakan platform penyedia layanan traktir untuk konten kreator. Cocok buat kamu yang nggak suka pasang iklan di blog.





Saya akan me-review jujur tentang platform ini. Pertama saya cerita dulu sedikit tentang platform traktir yang menarik ini.

Pertama kali saya melihat traktir button di sebuah website berbahasa Indonesia, iseng iseng saya klik dan coba traktir menggunakan saldo gopay sebesar 30K.

Karna tertarik saya coba daftar sebagai content creator, ya meski bukan konten kreator beneran. Lalu saya coba traktir diri sendiri pake hp temen 🤣. Saldo gopay teman saya terpotong 5 ribu. Dia iklhas, hehe.... Ikhlas atau tidak tetep tak traktirback.

Setelah saya cek di akun trakteer.id milik saya, ternyata saldo yang masuk 4.900, itu karna potongan dari payment gateway.


Nah, ini sebuah alternatif payment gateway buat para freelance yang sudah punya langganan. Toh cuma kepotong 2% bukan masalah yang besar.

Namun jika kamu ingin membangun usaha yang melibatkan banyak orang, sebaiknya membuat payment gateway sendiri. 

#Ask, Apakah dengan menggunakan trakteer.id kita jadi pengemis?

Pertanyaan ini sempet menghantui pikiran saya. Dengan menggunakan platform traktir atau sejenis donasi bisa menjadikan anda sebagai pengemis atau tidak bisa di nilai dari :
  • Untuk apa uangnya?
  • Kenapa anda di traktir?
Kalo kamu mau mengumpulkan donasi untuk keperluan sosial, itu perbuatan terpuji.

Gunakan platform donasi yang tidak memotong uang yang di donasikan, pastinya kamu harus punya yayasan yang legal.

Jika mengumpulkan donasi untuk kepentingan pribadi, jelas sama seperti menelan api neraka.

Kenapa anda di traktir?

Kalo kamu ga ngapa ngapain minta di traktir dengan mengharap belas kasih orang lain, fix, sama seperti pengemis. 

Jika kamu sudah membantu orang lain, lalu orang lain ingin mentraktirmu itu hal yang boleh boleh saja.

ibarat orang merasa punya hutang budi lalu ingin membayar dengan traktir.

Atau jika kita menyediakan jasa suka rela, lalu orang mentraktir kita itu adalah hal yang sah sah saja.

#Ask. Apa perbedaan trakteer.id dengan platform donasi?

Ada beberapa perbedaan antara trakteer.id dan platform donasi seperti kitabisa. 

Kitabisa biasanya membuka link donasi karna ada motiv tersendiri seperti sakit, kecelakaan, bencana, renovasi dll. Dan tidak ada potongan di setiap transaksi.

Ketika dana sudah terkumpul sesuai target maka link akan di hapus. Dan dana akan di berikan kepada yayasan yang membuka donasi untuk di salurkan langsung kepada yang membutuhkan.

Kamu tidak boleh menggunakan platform donasi untuk payment gateway pribadi.

Di trakteer.id bisa membuka link milik perorangan yang mau menerima traktiran. Satu link per orang, bukan per kasus.

Jadi semacam halaman yang memungkinkan kamu untuk mentraktir seseorang.

Contoh link yang baru saja saya buat:


Silahkan di klik lalu di traktir yang banyak 🤣.

Bercanda.

Rencananya saya akan gunakan sebagai payment gateway untuk produk produk digital yang akan saya lelang.

Dengan mentraktir kamu sudah mendukung blog ini 🤭. 

Begitulah buat kamu para blogger yang ingin mendapatkan penghasilan tapi tidak mau memasang iklan di blog.

Saya sarankan agar kalian membuat akun traktir supaya saya bisa traktir kalian.

#Kelebihan trakteer.id
  • Alternatif payment gateway
  • Siapa saja bisa me daftar tanpa verifikasi
  • Sangat mudah untuk di gunakan.
  • Terdapat beberapa metode pembayaran yang bisa di lakukan dari hp.
#Kekurangan :
  • Masih Beta
  • UI burik, tapi masih bisa dipahami.
  • Potongan 2% , wajar.
Menurut saya kekurangannya tidak begitu penting.