Selasa, 24 November 2020

Refleksi memperingati hari guru nasional



Selamat hari guru Nasional 2020, jasamu akan menjadi sesuatu yang tak tergantikan. Tetaplah menjadi inspirasi bagi kami, tetaplah jadi yang terdepan untuk mencerdaskan anak bangsa. Rasa terimakasih dari kami tak kan pernah berhenti untuk para guru yang tulus.




Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah. ~ Ki Hajar Dewantara
Dalam memperingati hari guru ini, sebaiknya kita mendoakan guru kita supaya mendapat kebaikan. Karna dengan jasa jasanya kita menjadi manusia yang berilmu, sehingga dapat berkarya dan memiliki kehidupan yang berkualitas.

Guru adalah siapa saja yang peduli terhadap kelangsungan hidup generasi penerus dan mengajarkan ilmu kebaikan untuk bekal hidup mereka kelak. Tanpa kepedulian para guru, kita semua akan menjadi manusia yang tidak berguna selamanya.

Ada yang menjadi guru di sekolah formal, ada yang menjadi guru di rumah rumah, ada yang menjadi guru di masjid, ada yang menjadi guru di universitas, ada yang menjadi guru sebagai relawan dan ada guru yang sekedar menulis di blognya. Terimakasih sudah menjadi guru, terimakasih telah berbagi.

Kita semua akan menjadi guru, entah apapun latar belakang kita, tidak peduli apapun gender kita. Pada waktunya kita akan menjadi guru bagi generasi penerus. Karna pastinya kita akan peduli pada masa depan generasi penerus kelak. 

Dengan di peringatinya hari guru, mengingatkan kita untuk menjadi teladan yang baik. Dengan harapan generasi penerus dapat mencontoh kita, karna akhlaq generasi penerus tergantung pada siapa yang di jadikan guru. 

Apabila kita belum bisa memberi ilmu kepada generasi penerus, masih ada waktu untuk terus belajar. Tidak lupa untuk berjuang memotivasi anak anak untuk semangat belajar. Apabila belum bisa memberi teladan yang baik, hendaknya kita memperbaiki diri.

Perjuangan memajukan bangsa adalah kewajiban kita semua. Kita tidak berjuang selamanya, kita hanya berjuang sampai nyawa telah dicabut. Tingkatkan semangat perjuangan! Perjuangan memperbaiki diri, perjuangan untuk mengabdi kepada Allah. Dan mengabdi kepada sesama.

Refleksikan peringatan hari guru ini untuk berusaha menjadi guru sejati. Meski kita tidak dinas di sekolah sekolah, kita tetap bisa menjadi guru di masyarakat. 

Perlu kita sadari, jika perjuangan mencerdaskan anak bangsa tidak berlanjut maka kebodohan akan bertebaran dimana mana. Dan kita harus sadari, jika kita tidak mewujudkan kemajuan maka hasilnya akan menjadi kemunduran untuk bangsa ini.

Jangan berhenti menjadi guru sejati. Sebab jika perjuangan guru sejati berhenti, kebodohan akan menang dan menyesatka anak bangsa ke jurang kemunduran.

Guru sejati adalah orang yang mengajak orang lain menjadi guru. Mengajak untuk peduli masa depan anak bangsa.

Dalam bahasa Jawa guru memiliki makna " di gugu lan ditiru" yang artinya di percaya dan ditiru. Jadilah guru yang baik, yang mencontohkan kebaikan. Agar anak bangsa melakukan kebaikan yang serupa. Terimakasih.

Bangkit Adi Suhardi


Hosting Unlimited Indonesia