Senin, 16 November 2020

menulis untuk memicu perubahan yang lebih baik



Perubahan di mulai dari hidupnya hati, lahirnya kemauan untuk mewujudkan sesuatu. Hati yang berhasrat akan memicu usaha tanpa henti. Rasa lelah terabaikan demi terwujudnya cita cita.




Apakah kamu memiliki cita cita untuk di wujudkan? Apakah hal tersebut menarik? Kamu sangat beruntung jika saat ini sedang menikmati hidup dengan tujuan yang produktif.

Jika kita mau telusuri, masih banyak orang-orang gabut. Menjalani hidup yang suntuk, membosankan dan nggak tau mau ngapain. Ada juga yang sulit dapat pekerjaan, dan penuh kekurangan. Orang orang tersebut ada di sekitar kita.

Kapasitas sekolah dan kampus hingga saat ini tidak mencukupi untuk menampung seluruh anak yang ada. Sehingga banyak yang tidak bisa kuliah di tempat yang mereka inginkan. Banyak juga yang tidak melanjutkan jenjang pendidikan nya karena terhalang biaya.

Kapasitas kantor dan perusahaan produksi juga tidak cukup untuk menampung jumlah pengangguran yang terlalu banyak. Sehingga banyak orang yang harus berdiri sendiri dengan penghasilan yang pas pasan. Ada juga yang tidak punya ijazah sehingga mereka kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Kapasitas pemerintah juga belum mampu memperhatikan seluruh elemen masyarakat. Negri ini membutuhkan pahlawan yang mampu menginspirasi seluruh rakyatnya untuk berkarya. 

Pahlawan sejati adalah yang mengajak orang lain untuk menjadi pahlawan.

Kami mengajak kalian yang berpendidikan, yang ahli untuk menginspirasi orang lain untuk menjadi ahli. Mari kita perbanyak menulis untuk berbagi kepada mereka yang belajar secara otodidak.



Apa untungnya berbagi ilmu?

Sebagian orang ada yang merahasiakan pengetahuan untuk kepentingan bisnis keluarga. Alasannya sederhana, supaya tidak memiliki pesaing. Hal seperti ini yang membuat lingkungan tidak maju.

Ada juga yang tidak membagikan ilmunya karna sibuk bekerja, sebab jika tidak bekerja tidak bisa mencukupi kebutuhan. Dalam kasus seperti ini sebaiknya murid memiliki kepekaan untuk memberi sesuatu pada gurunya, entah dengan membayar uang atau tenaga.

Apabila generasi penerus tidak punya gairah semangat untuk belajar sejak, maka itu adalah tanggung jawab orang tua dan pemimpin untuk memotivasi agar mau belajar untuk kemajuan. Kasus seperti ini akan memiliki cerita yang panjang jika di tulis di sini.

Kembali ke pertanyaan, apa untungnya berbagi ilmu? Coba renungkan terlebih dahulu apa untungnya. Tentu saja ada banyak keuntungan berbagi ilmu. Dengan banyaknya generasi cerdas kita bisa menikmati kualitas hidup yang tinggi. Kita bisa lakukan perbandingan antara daerah yang di tinggali orang berilmu dan daerah yang di tinggali orang (maaf) bodoh. Selagi mereka masih bekerja, mereka sama sama bisa hidup, karna rejeki yang memberi adalah Allah. Coba bandingkan kualitas hidupnya.

Dengan terbentuknya masyarakat yang cerdas tentunya akan terwujud negara yang maju. Dengan demikian kita bisa mendapatkan kehidupan yang lebih berkualitas.

Bayangkan, jika kamu seorang yang pandai ilmu kesehatan. Kemudian kamu menulis tentang kesehatan dan banyak yang belajar dari tulisan mu. Tentu orang orang tidak perlu ke rumah sakit untuk mengatasi penyakit penyakit ringan.

Begitu juga pada keilmuan lainya. Kita perlu saling berbagi agar bisa tumbuh bersama. Maaf jika tulisan ini membosankan karna saya juga baru belajar.

Saat kita hidup bersama orang yang ahli dibidangnya, maka akan memudahkan kita dalam menjalankan bisnis apapun.

Sebaiknya kita mulai nulis di mana?

Ada yang mulai menulis di kertas, ada yang mulai nulis di blog pribadi dan ada yang lebih menulis di media media yang sudah besar. Setiap orang memiliki pilihan masing masing untuk memulai. Sebaiknya kita mulai dulu agar mulai terbiasa.

Saya sendiri mulai nulis di kertas polos HVS. Saya biasa menulis apa yang sebaiknya di lakukan hari ini dalam bentuk list. Kadang juga mengumpulkan data dari repository milik orang lain kemudian saya catat di kertas dan disusun menjadi informasi yang ada manfaatnya.

Manulis di kertas HVS memiliki esensi yang enak. Terutama pada gesekan pena saat bergerak diatas kertas. Getaran dan suara yang di hasilkan dari gesekan memiliki rasa yang mantap untuk di nikmati meski iramanya tak beraturan. Hehe.

Mengenai dimana kita mulai menulis, tergantung tujuanya dan seberapa mahir kamu dalam menulis. Setiap orang mestinya memiliki level menulisnya masing masing. Jika ingin menulis di media besar dan mendapat bayaran, tentunya kamu perlu memiliki pengalaman dan skill penulisan di bidang yang kamu tekuni agar mereka mau menerima tulisanmu.

Apabila kamu baru mau mulai belajar menulis, sebaiknya menulis di kertas. Selain lebih menyenangkan, tentunya akan mengasah skill typography. Saat tanganmu bisa membuat tulisan yang rapi dan bagus, itu adalah nilai tambah. Setelah selesai menulis kamu bisa baca dan nilai tulisanmu sendiri, simpulkan apakah tulisan mu layak di baca orang banyak.

Jika tujuan menulismu untuk mencari cuan, sebaiknya kamu melamar pekerjaan di perusahaan media sebagai wartawan atau jurnalis atau bisa juga sebagai penulis lepas. Tentu kamu harus senang dan memiliki pengalaman menulis sebelumnya. 

Ada juga yang menulis dengan tujuan personal branding dan berbagi ilmu tenteng bidang pekerjaan nya. Jika seperti itu, sebaiknya kamu menulis buku atau membuat blog pribadi. Selain mendapatkan rasa senang, tentunya kamu juga bisa mendapatkan cuan yang besar jika tulisanmu di nikmati banyak orang.

Apakah kamu sudah siap untuk mulai menulis? Mau tunggu apa lagi? Dengan menjadi penulis kamu bisa memicu perubahan untuk kehidupan yang lebih berkualitas. Saling menginspirasi adalah hal yang baik dan menyenangkan.

Tidak perlu menunggu siap atau ahli untuk mulai menulis, kamu cuma perlu mulai menulis sampai kamu jadi ahli

Okay?