Jumat, 27 November 2020

Kenali modus penipuan



Penipuan merupakan tindakan yang merugikan orang lain. Tindakan ini harus di cegah dan tidak boleh di biarkan begitu saja. Maraknya kasus penipuan dapat merusak moral dan peradaban. Seorang penipu biasanya mencari teman untuk menjadi penipu. Dalam artikel ini saya mengajak pembaca untuk membasmi budaya penipuan.



diiib net
Waspada kasus penipuan


Dalam tulisan ini saya akan bahas beberapa poin :

  1. Akar permasalahan.
  2. Berbagai modus penipuan.
  3. Tips hindari penipuan.
Akar permasalahan

Sejak dulu kala kasus penipuan memang sudah banyak terjadi. Saat penipuan dimasa lampau sudah banyak di ketahui, munculah modus penipuan baru. Di era digital ini modus penipuan semakin bertambah dan korbannya semakin banyak.

Di masa pandemi seperti ini sangat marak curhatan para korban penipuan. Ada yang bercerita di Twitter, grub FB dan ada juga yang cerita ke tetangga sehingga cepat menyebar luas dari mulut ke mulut. Saya turut sedih mengetahui banyak dari orang yang kurang mampu terkena tipu. Hanya membaca saja ikut kesal apalagi kalo ketipu.

Bayangkan bagaimana rasanya di tipu padahal sedang tidak punya apa apa. Demi iming iming barang atau pekerjaan kadang ada orang yang rela berhutang untuk menebus iming iming tersebut. Setelah sadar kena tipu, ia harus membayar hutangnya tanpa mendapat apapun.

Mungkin sebagian besar dari kita sudah banyak yang tahu modus penipuan. Kita juga harus saling mengingatkan orang yang belum tahu agar terhindar. Mengingatkan orang lain kadang terasa berat, kadang mereka tidak percaya saat kita mengingatkan. Jangan menyerah.
Menipu lebih mudah ketimbang meyakinkan seseorang bahwa dia telah di tipu.

Sampai saat ini saya belum pernah kena tipu, karna saya tidak pernah tertarik dengan penawaran apapun. Kalo lagi butuh ya saya cari, kalo enggak ya gak minat. Kalo soal di bohongi sering, nanti saya ceritakan. Dari hati saya rela menulis tulisan yang panjang ini, semoga bisa memberi tambaha wawasan sehingga kamu terhindar dari penipuan. 

Berbagai modus penipuan.

#1. Penipuan berkedok hadiah dari perusahaan ternama.

Modus penipuan ini sangat sering di jumpai di Indonesia. Mungkin motiv pelaku menggunakan cara ini karna orang Indonesia suka hadiah undian, promo, dan tebus murah. Tentunya penipu berharap banyak yang tergiur.

Biasanya penipu akan mengirim notifikasi melalui SMS, WhatsApp, telegram dan aplikasi sejenis. Yang isinya mengatakan bahwa korban terpilih mendapatkan hadiah ...... ( intinya hadiahnya menarik). Biasanya penipu menaruh link dengan alamat domain yang tidak jelas dan tidak resmi dari perusahaan yang di sebut.

Si penipu hanya menindak lanjuti orang yang klik linknya. Karna dengan mengeklik link artinya kita tertarik, sehingga nantinya penipu menghubungi korban lewat telfon untuk memproses ke tahap yang lebih serius.

Melalui telfon penipu berusaha meyakinkan bahwa korban benar benar mendapat hadiah. Pada akhirnya penipu meminta korban membayar uang tebusan yang katanya pajak dari pemerintah.

Ada korban yang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan mendapat hadiah sehingga tanpa berfikir ganda langsung transfer. Ada juga yang ogah ogahan mau transfer, tapi mau hadiahnya sehingga terjadi negosiasi sampai penipu menyerah.

Ada banyak metode lain yang digunakan penipu untuk meyakinkan korbannya. Misal dengan nama website yang mirip dengan aslinya, langsung menelfon, sampai ada yang mengirimkan template template sertifikat dan testimonial untuk menunjukan keaslian. 

Terkadang penipu tidak bermaksud meminta uang kamu. Akhir akhir ini banyak juga penipu yang mengumpulkan data pribadi korban. Misal, korban di suruh mengirim foto KTP dan KK. Dengan mengumpulkan data pribadi korban, mereka bisa melakukan tindakan penipuan dengan mengatasnamakan korban.

Di jaman modern ini akun sosial media dan marketplace juga menjadi incaran penipu. Karna banyak transaksi yang dilakukan dengan e-money. Untuk kasus ini, penipu akan meminta kode OTP yang masuk ke nomor mu kamudian digunakan untuk mengambil alih akun mu lalu penipu akan menguras isi dompet digitalmu bahkan bisa bertransaksi dengan paylater.

Dengan menawarkan iming iming hadiah, para penipu meminta korban untuk mentransfer atau mengirimkan data pribadi atau mengirimkan kode OTP. Jika itu sudah kita alami, maka akan menjadi pelajaran agar tidak terulang yang kedua kalinya.

#2. Penipuan berkedok pinjaman dana online tanpa bunga.

Tak jarang penipu mengatasnamakan koperasi simpan pinjam yang tak di ketahui kantornya dimana. Biasanya penipuan ini dilakukan secara online. Bahkan mereka menggunakan iklan resmi dari sosial media ternama untuk meyakinkan korban, bukan hanya itu, mereka memiliki website dengan domainya sendiri.

#3. Penipuan berkedok hutang, mengatasnamakan teman.

Bagi kamu yang di hubungi teman dekat melalui media sosial, kemudian dia meminta hutang sebaiknya ajak ketemuan. Karna kita tidak tahu siapa yang menggunakan akun teman kita tersebut. Bisa jadi akunya di hack. Semisal teman kita butuh, maka lebih etis ketemu langsung.

Biasanya yang melakukan ini adalah orang orang yang sudah mengenal korban dan temanya. Artinya, penipu adalah orang dekat atau orang baru yang sudah menguasai situasi.

Kronologi nya, penipu membuat akun sosmed dengan nama yang sama dengan korban. Lalu mereplika foto foto dan status dari akun sosmed korban.

Dengan akun replika tersebut penipu menambahkan teman dari list friend/like di akun korban. Banyak yang accept pertemanan karna disangka akun baru yang asli.

Setelah mendapat banyak teman dan followers, penipu mengirim pesan kepada teman untuk meminta hutang dengan alasan yang darurat. Misal : kecelakaan, sakit, operasi. Intinya orang jadi sedih saat membaca pesan dan ingin membantunya.

Dari akun replika ini penipu mencari lebih banyak korban. Penipuan dengan modus ini bisa dilakukan melalui segala jenis media sosial.

Untuk itu kita harus berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Bertemanlah dengan orang yang di kenal saja, karna orang lain mungkin bisa mencuri dan memanfaatkan data pribadi kita yang tertera di akun sosmed.

#4. Penipuan dengan modus lowongan kerja.

Penipuan dengan modus lowongan kerja merupakan cobaan yang berat bagi pengangguran. Lantas hal seperti ini sangat samar, biasanya penipu sangat ahli dalam mengendalikan korbannya. Apalagi dimasa pandemi seperti ini pasti banyak pengangguran yang tergiur dengan lowongan kerja.

#5. Penipuan dengan kedok bisnis.

Buat kamu yang sulit mendapat pekerjaan pastinya mencari alternatif bisnis. Atau bahkan yang masih sekolah atau kuliah juga pengen mendapat alternatif bisnis untuk tambahan jajan dan tabungan masa depan. Kadang tidak mencari pun ada yang menawarkan 🤣. 

Penipuan berkedok bisnis banyak di lakukan dengan model MLM atau alternatif bisnis yang menggiurkan. Meski ada bisnis MLM yang tidak menipu, namun lebih banyak bisnis MLM yang menipu. Sehingga kita patut mewaspadai dan menghindari bisnis MLM.

Sebagai contoh saya akan sebutkan bisnis yang menipu banyak warga Klaten dan sekitarnya tahun lalu. Bisnis yang di tawarkan adalah oven jamu.

Warga ditawari alternatif bisnis oven jamu. Dengan bergabung dengan bisnis tersebut memungkinkan warga mendapat keuntungan jutaan rupiah perminggu. Dan keuntungan yang didapat warga memang benar real awal awalnya.

Sebelum ikut bisnis tersebut warga diharuskan mendaftar dengan biaya yang tak murah. Setelah membayar, mitra bisnis mendapat peralatan kerja.

Karna sudah banyak warga yang ikut bisnis tersebut. Akhirnya banyak warga yang tergiur untuk ikut dan membeli paket yang lebih mahal untuk mendapat keuntungan yang lebih banyak.

Setelah mendapatkan banyak mitra bisnis, si bos kabur dengan membawa uang hasil pendaftaran mitra yang baru saja bergabung. Hal ini membuat warga marah dan mengepung kantornya. Namun apalah daya pemilik sudah kabur duluan membawa uang mereka.

Model bisnis yang saya contohkan diatas mirip seperti monkey bisnis yang pernah saya tulis sebelumnya.

Saya akan tulis lebih banyak lagi modus penipuan berkedok bisnis pada artikel baru agar kita terhindar dari penipuan jenis ini. Silahkan berkomentar jika ingin artikelnya segera di terbitkan, karna banyak draft yang belum saya terbitkan.

#Tips Hindari penipuan.

1. Jangan mudah percaya pada hal yang menggiurkan.

Dalam kehidupan kita ini memang ada banyak hal yang menggiurkan. Yang seharusnya sulit didapat namun ada penawaran yang lebih memudahkan, tidak masuk akal dan memancing kita untuk cepat mengambil keputusan.

Seperti gombalan marketing yang sok memberi diskon 50% sebelum tanggal besok. Membuat kita cepat bereaksi membeli sebelum kehabisan diskon. Padahal harganya memang segitu, di jual segitu tetap dapat untung.

Penipu sangat memahami apa yang orang pada umumnya inginkan. Mereka sangat mengerti apa saja yang dapat menggoda atau mengiurkan orang. Maka solusi yang tepat adalah jangan mudah tergiur, selalu tenang dan berfikir positif.

Sangat tidak perlu menginginkan sesuatu yang tidak wajar. Sebaiknya kita selalu berfikir positif, menginginkan yang wajar wajar saja... Yang biasa biasa saja.

2. Biasakan meraih sesuatu dengan bekerja.

Yes, work. Jangan pernah berharap mendapat sesuatu secara gratisan. Jika butuh, beli. Jika tidak punya uang, ya kerja ( atau utang jika ada).

Orang yang berharga akan malu pada diri sendiri jika menerima barang gratisan, diskon, dan sebagainya. 

Namun ada pemberian yang harus diterima. Yakni dari orang yang kita kenal ketikan sedang syukuran atau hajatan.

3. Berhati - hati bersosial media

Membuka media sosial memanglah menyenangkan karna pada dasarnya kita makhluk sosial. Apalagi ketika mendapat like dari seseorang, tentunya membuat candu.

Banyak juga yang ingin viral di medsos. Namun apakah kita menyadari bahwa data dari akun sosmed kita dapat di salah gunakan orang lain.

Kalo cuma di pakai untuk target promosi sih mending. Bayangkan jika ada orang yang menduplikasi akun sosmed mu dan digunakan untuk menipu.

Saat orang yang tertipu melapor polisi, maka yang di cari adalah pemilik foto. Meskipun bisa membela diri di pengadilan, tetap saja menyusahkan dan buang buang waktu.

Jadi perlu ada batasan privasi mengenai orang yang boleh melihat identitas mu termasuk foto dan postingan lainya.

4. Jangan berikan data pribadi kepada siapapun.

Kepada siapapun, termasuk kepada tetangga dan keluarga sendiri. Bisa jadi orang orang terdekat kita dimanfaatkan orang lain (penipu) untuk mencuri data kita dengan rekayasa sosial.

Data pribadi seperti foto KTP dapat di gunakan untuk pinjaman online tanpa jaminan. Saya khawatir jika kamu ditagih hutang dengan denda, padahal tidak pernah berhutang.

Jangan sembarangan sebar foto KTP ya. 

Hosting Unlimited Indonesia