Kamis, 26 November 2020

Etika menghubungi orang baru lewat chat WhatsApp



Etika dan tata krama adalah bagian terpenting saat kita mulai menghubungi orang baru. Terutama saat menggunakan WhatsApp atau email. Agar tidak terjadi kesalahpahaman sebaiknya kita mempelajari etika yang baik saat menghubungi orang lain lewat WhatsApp.



Etika chatting WhatsApp
Etika chatting WhatsApp


Entah mengapa akhir akhir ini saya sering mendapat chat dari orang orang baru yang tak diketahui asal usulnya. isi chatnya "P", ada beberapa yang langsung mengajukan pertanyaan, minta bantuan, ada juga yang menawarkan jasanya tanpa basa basi. Jika saya tidak kenal, dan mereka tidak memperkenalkan diri, jelas saya abaikan.

Padahal, setiap saya mulai menghubungi orang baru selalu sopan, memberikan beberapa identitas asli dan mengawali dengan salam sebelum menyampaikan maksud dan tujuan. Entah apapun maksud tujuanya, memiliki etika yang baik sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman. 

Etika mengirim pesan WhatsApp kepada orang baru.


#1. Awali dengan salam dan sapa.

Sebaiknya tidak terburu-buru menyampaikan maksud. Kita tidak tau keadaan penerima pesan saat di hubungi. Barang kali dia sedang tidak enak badan atau sedang marah jika langsung dapat pertanyaan dari orang yang tak di kenal pasti semakin jengkel. 

Hal yang perlu di ketahui, tidak semua orang gabut sepertimu. Ada beberapa yang sedang sibuk bekerja dan memikul tanggungjawab. Tidak semua orang merasa nyaman saat mendapat pesan dari orang yang tidak di kenal. Jangankan tidak dikenal, yang sudah kenal saja kadang males jawabnya kalau tidak punya sopan santun.

#2. Perkenalkan diri, status/jabatan, tempat asal (tempat kerja, sekolah, alamat) dll.

Perkenalkan dirimu meski orang yang kamu hubungi tidak bertanya tentang dirimu. Hal ini akan menjadi pertimbangan apakah pesan yang kamu kirim akan di balas atau tidak. Tidak semua orang menyimpan nomormu apalagi mau mencari tahu siapa kamu. 

Misal : " Saya Mulyadi Sudarsono, direktur PT Mulya sejahtera bermaksud untuk .... , . " Atau : " Saya Ahmad mursidi, yang minta nomor bapak di bandara tadi. Saya tertarik dengan unit yang bapak tawarkan" 

Jangan tiba tiba menyampaikan maksud atau tanpa perkenalkan diri. Bahkan jika kamu seorang yang terkenal, belum tentu semua orang menyimpan nomormu.


#3. Gunakan kata "Maaf, " sebelum menanyakan sesuatu yang spesifik.

Langsung mengajukan pertanyaan dengan ceplas ceplos kepada orang baru menandakan bahwa kamu akhlaqless, ( tidak punya tatakrama)

Contoh : " Maaf, apakah masih ada lowongan pekerjaan?" " Maaf, apakah barang yang anda jual masih tersedia?" " Maaf, apakah ini benar dengan bapak Soeharto?"

Hindari : "ini lokernya masih ada pak?" " ini benar pak Harto kan?" "Gajinya berapa pak?" " Cepet di jawab dong pak!"


Jangan membuat yang menyebalkan menjadi semakin menyebalkan. Jangan tersinggung jika nomormu di block jika kamu akhlaqless.


#4. Sampaikan maksud dan tujuanmu dengan detail.

Ada banyak hal yang menyebabkan kita harus menghubungi orang lain. Entak soal pekerjaan, pendidikan, bisnis serta keperluan sosial yang lain.

Misal : " Berdasarkan info dari nitipinfo mengenai lowongan pekerjaan, saya bermaksud melamar pekerjaan di tempat bapak/ibu.

Atau : " Saya tertarik dengan barang yang bapak jual di Facebook. "



#5. Tutup dengan maaf, terimakasih, setelah selesai menghubungi.

" Terimakasih atas informasinya pak/mas/kak. Mohon maaf jika ada salah kata dari saya"

Hindari tidak menutup pembicaraan karna kamu akan dianggap tidak menghormati. 


it's okay, mengirim chat tanpa etika?


Apakah akan baik baik saja jika kita menghubungi orang lain tanpa etika? Jawabannya baik baik saja, namun jangan salahkan orang lain jika tidak mau menjawab pesanmu. 

Setiap orang memiliki sikap yang berbeda beda kepada orang yang tidak memiliki akhlaq. Ada yang peduli, ada yang emosi, ada yang mau menanggapi.

Saya akan coba ungkapkan perasaan saya jika ada nomor baru yang masuk dan tanpa akhlaq. Coba bayangkan sendiri bagaimana rasanya? 

Telpon jika keperluannya sangat penting.


Sebagian orang sangat malas membalas pesan chat, apalagi yang sudah lanjut usia. Biasanya ada orang orang yang mengurusi urusan urusan penting saja. 

Hosting Unlimited Indonesia