Rabu, 04 November 2020

Cara mendahulukan kesehatan mental saat hidupmu dalam fase kerja



Wellcome, para pembaca yang ku cintai 😍. Diriku berharap di masa pandemi ini kamu rutin memelihara kesehatan jasmani juga kesehatan mental.



Berapapun usiamu saat ini, selagi kamu masih manusia kamu akan mengalami fase dimana kamu harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupmu sendiri maupun orang yang kamu cintai.

Di kala masih usia dini, kehidupan kita menjadi tanggung jawab orang tua. Saat tumbuh dewasa tentunya kita merasa malu jika terus bergantung pada orang lain dan mulai merasa harus bertanggung jawab atas diri kita sendiri.

Kita perlu bekerja untuk berkontribusi kebaikan kepada orang lain agar mereka mau bayar kita. Kemudian dengan uang yang kita dapat bisa di gunakan untuk membayar orang yang berkontribusi memenuhi kebutuhan kita.

Perlu di ketahui bahwa dalam dunia kerja akan ada banyak hal yang menguras tenaga dan pikiran kita. Tak jarang orang mengeluh sampai stress karna kurangnya persiapan dalam menghadapi tantangan kerja.

Pada tulisan ini saya ingin berbagi sebuah metode mendahulukan kesehatan mental saat bekerja. Tulisan ini saya rangkum dari pengalaman pribadi dan keluhan orang lain yang terselesaikan.

Berdoa dan mengeluh

Sehabat apapun kamu, jangan sampai merasa sombong hingga tak mau berdoa dan mengeluh kepada Allah.

Bahkan jika kita merasa mampu, sebaiknya tetap berdoa. Karna berdoa adalah ibadah yang seharusnya kita lakukan. Jadikan doa sebagai kebutuhan kita sebagai hamba yang taat.

" Allah senang jika kita meminta kepadaNya, dan murka jika kita merasa mampu. Sedangkan manusia murka jika di mintai "

Mengeluh juga merupakan metode dalam menghindari sifat sombong. Tempat tebaik untuk mengeluh adalah Allah, juga teman baik yang telah bersama selama puluhan tahun.

Mengeluh bukan berarti putus asa, kita hanya mengeluh sampai keluhan kita habis dan kembali bangkit. Hehe

Bangun lebih awal dan berolahraga.

Untuk orang seperti saya yang sangat pemalas, bangun pagi bisa dilakukan karna ada personal reason. Di bawah artikel ini saya tulis mengenai personal reason untuk kesehatan mental.

Terbukti, saat bangun lebih pagi tubuh akan terasa lebih fresh dan pikiran lebih siap untuk diajak bekerja. 


Tetap tenang, bahkan jika pekerjaan menumpuk.

Jangan panik, bahkan jika nyawamu sedang terancam. Menjadi tenang adalah keputusan kita sendiri. Menenangkan diri sendiri akan menjadi keahlian yang sangat berguna untuk kehidupan.



Merasa puas saat menyelesaikan tugas sekecil apapun.

Sudah selayaknya bagi kita untuk mengapresiasi diri sendiri. Setelah menyelesaikan tugas, merasa senanglah, beri dirimu hadiah berupa makanan dan lainya yang bisa menghibur.

Jangan lupa, bahwa badai akan datang lagi. 

Merasa tertantang untuk menyelesaikan tugas baru.

Sambut tugas barumu dengan rasa senang dan tanggung jawab. 

Pastikan lingkungan kamu bersih dan rapi.

Lingkungan hidup mempengaruhi mood kita, mood akan mempengaruhi hasil kerja kita nantinya. Tempat kerja dan tempat tinggal perlu di perhatikan dengan baik.

Yang perlu di perhatikan adalah kebersihan dan kerapian lingkungan hidup itu perlu dipelihara/dijaga. 

Ingat pepatah badai akan datang kembali, maka lingkungan kita akan kembali kotor jika tidak dijaga kebersihannya. Lingkungan kita akan berantakan jika tidak dijaga kerapiannya.

Semua orang senang hidup di lingkungan yang rapi dan bersih, sangat di sayangkan tidak semuanya mau menjaga kebersihan dan kerapian lingkungannya. 

Penuhi kebutuhan gizi secara teratur.

Tubuh kita membutuhkan gizi. Slogan seperti itu berulang kali saya baca dan saya dengan sejak kecil. Dan logis. Tidak ada perdebatan soal manusia yang membutuhkan gizi.


Sempatkan untuk bersenang senang.

Rencanakan untuk melakukan apa yang membuatmu merasa senang. Asal bukan yang terlarang ya.

Pada umumnya manusia memiliki hobi yang unik dan berbeda beda. Jadi tidak melulu traveling dan menghamburkan uang untuk membuat kita merasa senang.

Personal reason

Personal reason merupakan motivasi pribadi yang membuat seseorang menjadi sangat bersemangat bahkan saat melakukan pekerjaan yang di benci sekalipun.