Minggu, 20 September 2020

Setelah baca ini, Jangan pernah berharap pada orang lain sedikitpun

Bismillahirrahmanirrahim.

Berjuanglah

Seekor burung di dalam kandang selalu di beri makan dan di perhatikan kebutuhan nya setiap hari, namun jika pintu kandangnya di buka ia lebih memilih terbang dan mencari makan sendiri

Apa kabar kita sebagai manusia? Apakah sepantasnya kita lebih memilih diam di rumah mengharapkan bantuan dari pemerintah? Seharusnya kita merasa malu pada burung karna kita ini manusia makhluk yàng terhormat. Malaikat saja di suruh bersujud kepada manusia.

Jika kamu tidak malu berbuatlah semaumu

Banyak diantara kita atau bahkan kita semua akan dihadapkan dengan musibah. Baik musibah bencana, kecelakaan ataupun musibah kekurangan/ krisis. Musibah merupakan ujian tentang bagaimana kita mengambil sikap untuk menghadapinya.

Ada yang bersyukur ada yang kufur. Ada yang bersabar ada yang marah marah. Ada yang bertaubat dan ada yang tambah kumat. Setiap orang memiliki pilihannya masing masing dalam menghadapi cobaan. Bukan hak saya untuk mengadili itu. Semoga Allah memberi kita petunjuk.

Cukup, kalimat di atas untuk memulai pembahasan. Adapun setelahnya,

Kita kembali ke pembahasan.

berharap kepada orang lain.


Sampai detik ini saya telah banyak berharap kepada orang lain. Misal ketika ada tagihan yang harus di bayar Minggu depan sedangkan tidak ada uang sama sekali. Kadang saya berharap ada teman yang mau meminjamkan uangnya. Dan kadang memang ada yang mau meminjamkan uangnya.

Tentu saja hak orang untuk memenuhi harapan kita atau tidak.

Terlalu sering berharap pada orang lain akan membuat kita kecanduan. Bahkan sampai menyepelekan tanggungjawab pribadi.

Ujung ujungnya pasti akan menghadirkan rasa kecewa yang bertubi tubi saat yang kita harapkan tidak terlaksana.

Berharap kepada pemimpin juga merupakan berharap kepada manusia. Sebaiknya kita tidak sepenuhnya menggantungkan diri pada pemimpin.

Misal kita berharap kepada presiden supaya dapat bantuan. Kita mendengar presiden memberi bantuan namun tak sampai kepada kita.

Akhirnya kecewa.

Kadang berharap bos akan memberi tambahan upah karna rajin bekerja, akhirnya tak ada tambahan sedikitpun.

Sebaliknya, bos mengharap karyawan agar pekerjaan cepat selesai dan membuahkan hasil. Ternyata karyawan tidak bekerja dengan baik.

Jika harus berharap, berharap yang sewajarnya saja. Yang biasa biasa saja.

Terlalu berharap pada manusia hanya akan melahirkan rasa kecewa, marah, sedih, dan gila

Masih banyak contoh kasus berharap kepada manusia.

Misalnya, aku berharap dia menjadi miliku selamanya. Jika terjadi, akan berjalan biasa biasa saja. Kalo tidak, melahirkan rasa cemas, galau dan stress

Tenang, semua masalah akan berlalu dan juga akan datang lagi.

Tenang saja.

Hadapi saja.

Tolong menolong dalam kebaikan


Menolong manusia itu sebuah kemuliaan, sedangkan berharap kepada manusia itu sebuah kehinaan

Di dalam agama Islam ada perintah tolong menolong dalam kebaikan di lengkapi larangan tolong menolong dalam keburukan.

Hukum menolong lain dalam kebaikan adalah wajib jika mampu. Dan boleh bagi kita tidak menolong jika tidak mampu. Ada juga yang mengatakan sunnah, tergantung pada masalah nya.

Misal, kita melihat orang kecelakaan

Ada kalanya fardhu kifayah, jika sudah ada orang yang menolong. Kamu boleh ikut menolong ataupun tidak.

Ada kalanya fardhu ain, jika tidak ada yang menolong orang tersebut sedangkan kamu mampu untuk menolong orang tersebut. Maka kamu wajib menolong.

Ada kalanya kamu yang melihat tidak mampu untuk menolong, dengan alasan tidak kuat, takut, tak punya skill rescue, jika menolong kamu hanya akan membahayakan diri sendiri dan orang yang di tolong. Jika seperti itu kamu bisa coba cari pertolongan pada orang lain

Contoh diatas adalah sebuah kiasan, tentu banyak kasus dalam kehidupannkita yang membutuhkan pertolongan. Maka kita bisa ambil sikap sesuai dengan kondisi kita.

Memberikan pertolongan adalah pilihan terbaik meski kondisi kita sedang tidak baik, namun jangan sampai mencelakakan diri sendiri dan orang yang hendak kita tolong karna kebodohan kita.

Kehormatan seorang yang merdeka

Merdeka bukan berarti bebas dari tanggung jawab, tapi bebas menentukan tanggungjawab yang di inginkan. Dan berdaulat sepenuhnya atas diri sendir

Orang yang merdeka memiliki beban tanggung jawab yang jauh lebih berat ketimbang orang yang terjajah.

Di sisi lain ada rasa puas dan bangga menjadi seorang yang merdeka meski beban yang di pikul lebih berat dan tanpa kepastian.